Lewati ke konten utama
Roastery NiR di Malang
●Berdiri di MalangNiR Roastery

Kopi,untuk semua.

Kami memulai NiR dengan satu keyakinan yang keras kepala: kopi enak nggak seharusnya jadi barang mewah. Kopi enak mestinya mudah diakses, transparan, dan — kalau mau — bisa disesuaikan dengan karakter masing-masing.

Bagian
01 / 05
02Asal Mula

Kenapa kami memulai?

Empat pertanyaan yang terus kami tanyakan sampai akhirnya jadi sebuah roastery. Jawabannya masih jadi pegangan kami sampai sekarang.

Rak berisi ember green bean berlabel — stok di balik setiap cangkir
01

Kenapa kopi enak harganya mahal banget?

Semua berawal dari pertanyaan yang keras kepala: apa benar kopi enak cuma buat yang punya uang, pengetahuan, dan akses? Rasanya nggak. Kualitas mestinya jadi standar dasar, bukan harga tambahan demi eksklusivitas.

Dinding berisi sampel roast dalam toples — pencarian cangkir yang dulu nggak kami temukan
02

Kenapa susah nemu roast yang kami mau?

Kami para pencinta kopi dengan selera yang beda-beda — dan nggak ada satu kedai pun yang pas buat kami semua. Jadi NiR dibangun untuk me-roast dengan cara berbeda — profil bespoke untuk kafe, hotel, dan rumah yang ingin identitasnya terasa di cangkir.

Jalan di tengah hutan Indonesia — negeri penghasil yang kami wakili
03

Kenapa kopi Indonesia kurang terwakili?

Dari Sabang sampai Merauke, Indonesia menghasilkan beberapa kopi paling kompleks dan paling diremehkan di dunia. Misi jangka panjang kami adalah membawa kopi Indonesia — dan roasting Indonesia — ke panggung global.

Operator membaca kurva profil NIR di layar — data, bukan tebak-tebakan
04

Kenapa roasting yang bagus masih dianggap tebak-tebakan?

Kami sudah mencoba sistem drum dan hot-air, tapi selalu mentok di masalah yang sama: hasil yang melenceng antar batch, proses yang nggak transparan, dan nggak ada cara mengulang apa yang berhasil. Near-infrared roasting memberi kami kejernihan yang bisa diulang — setiap variabel tampil di layar, setiap batch tercatat.

03Tim Kami

Satu kru,satu lantai.

Roaster, barista, tukang oprek tengah malam, dan orang-orang di antaranya — kru kecil yang tetap hadir di lantai kerja setiap hari. Kami me-roast, merencanakan, mencicipi, dan menyajikan bersama supaya setiap cangkir tetap setia pada niat di baliknya.

Tim NiR di lantai roastery
Di lantai kerja — roastery Malang
04Teknologinya

Kenapa NIR?

Kami tidak memilih infrared karena baru — kami memilihnya karena cuma itu yang memberi kami hasil yang bisa diulang dan tercatat serta kejernihan yang bisa dirasakan di lidah.

Rubasse dengan profil NIR di layar dan green bean segar — ruang kerja kami
01 · Pilihan

Roaster untuk tiap kebutuhan

Drum, hot-air, infrared — tiap metode punya kelebihannya sendiri. Kami mulai dari NIR karena kejernihan dan kemampuan mengulang yang kami dapat di dalam ruang roast. Roaster lain akan menyusul seiring kebutuhan menu; di sinilah kami memilih untuk memulai.

Biji berputar di bawah pengaduk cooler — panas masuk ke biji
02 · Kenapa NIR

Panas masuk ke biji, bukan di sekitarnya

Near-infrared mengalirkan energi langsung ke biji, bukan menghangatkan udara di sekitarnya. Respons lebih cepat, perkembangan lebih merata, dan jendela yang jelas untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi — alat yang pas saat setting profil yang ingin diulang.

Tangan roaster menggenggam biji matang di atas nampan pendingin
03 · Hasil

Apa yang kami dapat

Cangkir yang lebih bersih, profil rasa yang ekspresif, dan roast yang benar-benar bisa kami ulang. Program bespoke yang kami jalankan untuk kafe ada karena datanya akhirnya jujur pada kami — dan itu fondasi yang akan terus kami kembangkan seiring bertambahnya roaster di lini kami.

Bar Tasting Room di roastery NiR
05 — Ikut Terlibat

Minum bersama kami.Kerja bersama kami.Atau sekadar menyapa.

Tiga pintu masuk ke NiR — pilih yang paling pas.