
Biarkan biji kopi beristirahat dulu.
Biji yang baru selesai di-roast masih menyimpan gas dari sisa roasting. Beri jeda sejenak agar rasanya lebih tenang, manis, dan jernih — bukan tajam, gassy, atau kosong.
Minimal 14 hari
Light roast biasanya baru mencapai titik terbaiknya setelah tiga hingga empat minggu. Untuk lot ultra-light impor, prosesnya bisa memakan waktu hingga delapan minggu agar rasanya benar-benar keluar.
Sekitar 7–10 hari
Dark roast biasanya bisa lebih cepat diseduh. Jika shot masih terasa gassy atau ekstraksinya kurang merata, tambahkan resting pada biji kopi untuk beberapa hari lagi.
Kopi dengan masa resting yang cukup akan terasa hidup, manis, dan clean — bukan tajam, gassy, atau kosong.
Simpan dengan tepat.
Setelah masa resting, lindungi biji kopi dari udara, panas, dan cahaya. Bila memungkinkan, bagi menjadi porsi kecil dan bekukan — kopi beku jauh lebih tahan lama dibanding kopi di dalam kemasan yang sudah dibuka.
Bagi sesuai porsi seduh
Kami membagi porsi sebanyak 15 g dan mencantumkan tanggal roasting beserta resep dasarnya di setiap kemasan — agar mudah diingat.
Ambil, giling, seduh
Ambil satu porsi dari freezer, giling langsung, atau diamkan sejenak bila menginginkan aroma yang lebih terasa.
Satu kantong besar yang berulang kali dibuka dapat membuat udara terus masuk. Porsi beku individual tetap segar — cangkir demi cangkir.
Seduh filter.
Di pour-over, karakter origin paling terasa. Setup-nya tidak sepenting rutinitasnya — dengan alat yang sama, resep yang sama, cicipi, lalu sesuaikan.


Dripper
Gunakan dripper apa pun yang disuka. Kami senang menggunakan Hario Alpha untuk seduhan harian.
Grinder
Pilih grinder yang menghasilkan distribusi partikel yang sama setiap kali digunakan, idealnya dengan burr Ultra Low Fines. Kami menggunakan Weber EG-1 dan Ozik.
Filter
Gunakan kertas filter dengan laju aliran tinggi. Kami umumnya menggunakan CAFEC T-90.
Air
Cleo untuk karakter rasa yang lembut, Nestlé PureLife untuk body yang lebih penuh. Di roastery, kami menggunakan air RO dengan kadar sekitar 11ppm.
Lainnya
Gooseneck kettle, timbangan dengan timer, carafe, dan cangkir.
15 g → 225–250 g
Kami cenderung menggunakan rasio 1:15 hingga 1:17.
90–93 °C
Gunakan suhu yang lebih panas untuk washed coffee, sedikit lebih rendah untuk varian eksperimental yang funky.
2:30 – 3:30
Jika rasanya tetap enak di luar rentang ini, abaikan saja. Ini hanyalah baseline awal.
3 – 5
Tiga untuk sebagian besar kopi. Empat untuk light roast. Lima untuk ultra-light impor.
Mulai dari sini, cicipi, lalu sesuaikan. Ingin rasa lebih manis? Tingkatkan ekstraksi. Ingin lebih cerah? Turunkan sedikit suhu air.
- Bilas kertas filter, hangatkan brewer dan carafe, lalu bilas kembali filternya.
- Giling 15 g kopi hingga tekstur medium-fine — sedikit lebih halus bila menggunakan burr ULF.
- Tuang 45 ml air untuk bloom, aduk perlahan, dan tunggu 45 detik.
- Tuang sisa air. Untuk 4 tuangan, bagi 205 ml menjadi 4 bagian (±51 ml per tuangan). Selesaikan sekitar menit ke-2:00, dengan interval yang merata.
Resep kami memang sengaja dibuat lebih fleksibel. Gaya menuang dan tingkat agitasi berbeda di setiap brewer — bereksperimenlah hingga menemukan cara yang paling sesuai.
Ekstraksi espresso.
Kami memadukan Modbar EP dengan grinder berkualitas menggunakan burr SSP MP. Kombinasi ini menghasilkan shot yang bersih, manis, dengan body dan kejernihan rasa yang baik.


Mesin Espresso
Mesin apa pun yang dapat menghasilkan shot yang bersih — stabilitas suhu lebih penting daripada merek.
Grinder
Cari grinder yang masih menghasilkan fines. Burr ULF tidak cocok untuk ini — hasilnya membuat shot terasa tipis.
Air
Kami menggunakan air dengan kadar sekitar 40ppm di tasting room untuk ekstraksi yang bersih dan manis.
Timbangan
Gunakan timbangan dengan timer jika mesin tidak dilengkapi fitur tersebut.
20 g in → 40 g out
Targetkan waktu 25–35 detik secara keseluruhan, termasuk pre-infusion singkat jika digunakan.
- Grind, dosing, distribusikan secara merata dengan alat, dan tamp sampai puck-nya rata.
- Mulai shot-nya: Berikan pre-infusion singkat jika memungkinkan dan targetkan waktu 25–35 detik. Perhalus gilingan jika aliran terlalu cepat, perkasar jika hampir tidak ada yang mengalir.
- Cicipi, lalu sesuaikan: Terasa pahit atau kering? Perkasar sedikit gilingannya. Terasa tipis atau asam? Perhalus sedikit gilingannya.
Air itu penting.
Jika sulit mendapatkan air demineralisasi, gunakan Cleo atau Nestlé untuk filter; Cleo atau Aqua untuk espresso. Di roastery, kami menggunakan sistem RO kami sendiri.
RO murni di ~11ppm
Berasal dari air keran, didemineralisasi langsung melalui sistem Reverse Osmosis kami. Rasa manis tanpa tambahan mineral — kami menyukainya.
Air Gree → Modbar
Dialirkan langsung dari sistem Gree kami ke Modbar. Shot bersih dan manis — tanpa langkah remineralisasi.
Siapmenyeduh?
Panduan ini mencerminkan cara kami menyeduh kopi saat ini. Utak-atik resepnya, catat setiap perubahan rasa, dan bagikan hasilnya kepada kami.